Monday, December 10, 2007

SIANG ITU DI GERAI PIZZA...

Penikmat pizza pasti serempak akan setuju, yang namanya fettucinni con funghi itu lezat. Nyumi! Apalagi menyantapnya dengan sebotol soft drink. Buat gue, makanan yang terbuat dari adonan tepung pilihan dan dibentuk seperti mie instan berdiameter satu sentimeter yang dihidangkan dengan mushroom dan saus krem ini memang lezat. Tapi kalo dimakan lima orang, ya sudah pasti kelezatannya jadi berkurang. Apalagi kalo yang makan orang-orang yang sengaja datang dalam keadaan perut keroncongan.

Baik Ipank, Arief, Lucky, Anto, dan Peppy sepakat, siang itu kita gak pesan fettucinni, tapi seloyang pizza. Kalo seloyang kita bisa dapat delapan piece pizza. Pilihan jatuh pada pizza rasa tuna, yang sudah dimix dengan onions, black olive, dried chilli, mozaella cheese, dan tomat. Pilihan ini cukup buat menggantikan kelezatan fettucinni. Untuk minuman, masing-masing punya pilihan. Ada yang pilih lemon tea, juice, dan air mineral.

Siang itu, kelima teman YPK ini ngadain rapat kepengurusan. Agenda yang dibahas tentang aktivitas yang akan dijalankan, rekap dana yang akan dilaporkan ke seluruh anggota, serta reuni. Tempat yang dipilih sebagai arena rapat di Izzi Pizza Menteng. Itu-tuh, pojokan jalan Kuningan, seratus meter dari halte Busway, Latuharhari.
Pemilihan Izzi Pizza lebih karena alasan discount. Bagi temans yang biasa pake CDMA, salah satunya Esia, akan mendapatkan discount 50%. Lumayan kan? Hmm..bukan maksud promosi operator CDMA itu, lho. Tolong positive thinking soal 50%-nya. Hehehe! Sebenarnya kalo kita datang Jumat malam, discount-nya lebih dahsyat, yakni sampai 75%. Tapi dengan mempertibangkan waktu pertemuan, kesibukan, serta Jumat adalah hari “macet sedunia”, jadi Ipank lebih memilih Sabtu siang sebagai hari pertemuan. Ya, beda 25% discount gak apa-apa lah.

Entah sengaja atau kebetulan, teman-teman kita ini ngambil spot di pojok kiri, di lantai dua. Kalo alasan ngambil lantai dua, karena di lantai ini para smoker bebas menghembuskan asap-asap nikotin. Kalo alasan ngambil spot pojok, gak begitu jelas, dan siapa yang memilih spot itu juga gak tahu. Namun bisa jadi di spot itu, terdapat kaca besar, yang setiap waktu bisa kita lihat keadaan lalu lintasnya, termasuk cuaca. Dan benar, kita memang langsung tahu ketika hujan gerimis dan di luar cuaca panas.

Ipank membuka rapat dengan mengutarakan keinginan untuk memberikan laporan kepada para anggota soal kas YPK. Bahwa kas YPK masih tersisa relatif banyak. Tujuan dari laporan ini adalah memberikan transparasi keuangan agar jangan ada yang curiga-mencurigai. Maklum, persoalan uang itu sensitif, Bro. Ya gak? Gara-gara uang, teman bisa jadi lawan. Apalagi transparasi ini dibutuhkan agar seluruh anggota tahu, kemana aliran dana 60 ribu perak per tahun yang dipunggut pengurus? Dipergunakan buat apa?



Namanya juga rapat serius tapi santai, so sambil ngebahas agenda, temans kita ini gak lupa menyantap pizza tuna yang masih mengeluarkan asap alias masih hangat. Baik Ipank, Lucky, Arief, Peppy, maupun Anto terlihat kelaparan. Pemantauan ini bisa dibuktikan dengan loyang pizza langsung habis dalam waktu 5 menit. Takut perut keroncongan masih menginginkan kelezatan pizza, maka kami memesan seloyang pizza lagi. Kali ini ganti bukan tuna, tapi teman-temannya tuna. Gue lupa namanya, yang pasti pesanan itu hasil rekomendasi waitress-nya.

“Pake keju lagi apa gak?” tanya Waitress berkulit hitam itu.

“Boleh lah,” jawab Anto, yang siang itu ketumpuan jadi perwakilan tukang order makanan.

“Dessert-nya gak sekalian, Pak?”

“Ya sudah, Izzi Dough Ball lah,” tambah Anto lagi. Izzi Dough Ball itu sejenis roti kecil tanpa isi, yang sudah dipanggang dengan mentega. Besarnya seperti roti unyil. Bentuknya bulat. Roti itu dihidangkan dengan mentega dan garlik yang diletakkan di pinggiran roti.

Tentu elo tahu dong kalo di Jakarta ini banyak hot spot. Nah, salah satu hot spot ada di Izzi Pizza. Mumpung bawa komputer, Ipank dan Arief ngetes hot spot itu. Walhasil, mereka bisa browsing deh! Ih, nora amat sih?! Hmmm...maaf mereka gak norak, kok. Mereka cuma mau ngasih tahu ke Anto sebagai tim publikasi, bahwa blog kita sebagainya sering di-update.

Mereka paham, Akew si pemilik sekaligus pencetus blog Labs88 ini lagi sibuk berat. Sehingga materi blog belum tentu update per minggu. Boro-boro per minggu, per dua minggu pun kadang belum up date. Nah, temans kita siang itu minta Anto buat bantuin Akew.

Sebenarnya sih Anto saat ini juga lagi sibuk di kantor barunya. Tapi namanya juga tanggung jawab sebagai salah seorang pengurus, ya dia menyanggupi. Kondisinya, update sekurang-kurangnya dua minggu sekali. Syukur-syukur bisa seminggu sekali.

“Gue juga minta bantuan dari tim lain buat nyumbang info,” pinta Anto. Maksudnya, tentu ada gak setiap pertemuan dihadiri oleh tim publikasi, baik Akew atau Anto. Nah, bagi pengurus yang hadir, bisa menyumbangkan foto atau tulisan yang langsung di-email ke Anto atau Akew untuk dibuatkan tulisan yang akan dipublikasi di blog.

Agenda berikut yang dibahas soal reuni. Mungkin banyak yang “bosan” dengan agenda reuni ini. Kok gak selesai-selesai ya ngebahas soal reuni? Gak ada agenda lain apa? Hmm...jangan tendensius begitu dong! Jangan kesal begitu ya. Ya, reuni ini juga buat kepentingan kita juga, kok.
“Reuni itu penting, tapi kita harus memikirkan konsep reuninya,” papar Anto. Sebenarnya apa yang dimaksud Anto sudah pernah dipaparkan beberapa waktu lalu, tepatnya pas selesai main futsal.

Bahwa konsep reuni kudu beda. Bahkan elemen dasarnya kudu kita pertimbangkan juga: apakah reuni penting? Jangan-jangan yang datang reuni orangnya itu-itu aja. Kalo akhirnya begitu, buat apa reuni? Buat apa ngabisin dana reuni? Apakah cuma gara-gara target 20 tahun, kita harus reuni? Pertanyaan-pertanyaan basic itu kudu dijawab. Dan siang itu, temans YPK sepakat bahwa jawabannya: reuni penting.

Sebenarnya, temans YPK sempat aproiri dengan reuni. Tentu temans masih ingat, bahwa tim publikasi sempat membuat kuestioner soal reuni. Namun, sampai detik ini, gak ada respon dari temans semua. Itu artinya, reuni benar-benar “gak dianggap”. Namun, sekali lagi, temans YPK siang itu gak ambil pusing dengan kealpaan temans merespon kuestioner. Ada gak ada respon, reuni kudu diadakan.

Adapun bulan yang ditetapkan sebagai waktu reuni adalah bulan Desember tahun 2008. Banyak pertimbangkan mengapa akhir tahun sebagai bulan reuni. Sebenarnya dasar pemikirannya adalah dari ide reuni konsep “baru”. Di tahun depan, kita harus memiliki aktivitas yang nantinya akan menunjang reuni. Bahwa tahun depan akan ditetapkan beberapa agenda kegiatan, yakni arisan, sosial, dan wisata keluarga.

“Insya Allah arisan akan dimulai bulan Januari 2008,” ungkap Peppy. Nah, buat temans yang mo tanya-tanya soal arisan, bisa langsung berhubungan dengan Peppy.

Tujuan arisan sebenarnya juga sebagai pengikat silaturahmi temans YPK. Selain fun, arisan juga bisa jadi rutinitas yang mau gak mau, ya harus mau. Maklum, teknis arisan, pengocokan pasti akan dilakukan minimal sebulan sekali. Selain itu, tempat berlangsung arisan pun nantinya akan berganti-ganti. Dengan begitu, tujuan buat pengikat silaturahmi yang reguler bisa tercapai.

Mengenai aktivitas sosial juga akan terus direncanakan. Dewi punya usul, sebaiknya kita mengadakan aktivitas pengobatan gratis, mulai dari periksa gigi, sampai sunatan masal. Adapun dokter yang akan membantu berasal dari temans YPK sendiri. Tahu dong banyak temans kita yang profesinya sebagai dokter. Masa sih temans kita ini gak mau bantu?

Terakhir soal wisata keluarga, sebenarnya merupakan “test case” (baca: uji coba) buat reuni akbar di bulan Desember 2008. Maksud? Begini, di reuni akbar, diharapkan keluarga juga terlibat. Gak cuma kita aja yang reuni. Anak-anak kita dan istri kita kudu dilibatkan. Nah, buat menghangatkan sebelum reuni, pengurus YPK coba melakukan uji coba membuat aktivitas bulanan keluarga, misalnya main paintball, jalan-jalan ke dufan, sea world, berkemah, dan lain-lain.

“Pokoknya kita gak perduli berapa keluarga yang akan hadir di tamasya,” jelas Arief. “Biar cuma dua keluarga atau tiga keluarga, yang penting aktivitas tamasya dijalankan dulu”.

Menjelang sore, datang Ade Riana bersama sang suami dan Ijam. Mereka pas banget datangnya beberapa menit setelah gerimis reda. Sebenarnya yang juga diharapkan buat datang, eh malah mendadak pergi ke Bandung. Siapa lagi kalo bukan Dina.

“Duh, gue minta maaf gak bisa datang. Salam buat teman-teman ya,” begitu isi SMS Dina, mengakui penyesalannya. Wajar dong, masa yang ngundang malah gak dateng..hehehe.

Ade menayankan kembali ke forum mengenai iuran tahunan. “Masih perlu gak sih kita iuran?” Pertanyaan ini sebenarnya cukup menggelitik kita. Kenapa? Kalo dibilang penting, ya penting. Kalo dibilang gak penting, hmmm...atas dasar apa orang itu mengetatakan gak penting.

Yang namanya sebuah organisasi kudu ada dana. Nah, dana itu tentu dipergunakan sebagai cash flow biaya operasional dari pengurus. Terus terang, dana yang dipunggut pengurus pada anggota YPK gak gede-gede amat, cuma 60 ribu per tahun. Artinya, sebulan kira-kira lima ribu perak, atau sehari gak sampe dua ribu.
“Gue sih gak masalah jumlahnya, tapi nangihnya ini perlu ngotot-ngototan,” ungkap Ade.

“Kasih gue siapa orang yang susah ditagih, biar gue yang hadapi,” jelas Arief rada emosi, tapi tetap terkontrol.

Jujur, para pengurus mengerti keberatan beberapa anggota soal iuran tahunan. Mereka - yang sulit ditaggih iuran - pasti mempertanyakan keuntungan mereka soal uang yang mereka keluarkan. Apa benefit gua ngeluarin 60 ribu? Gue dapat apa? Bagaimana pertanggungjawaban iuaran itu? Dipakai buat apa aja?

Sekali lagi, pengurus berharap para anggota mengerti, bahwa tanpa pengurus, barangkali YPK gak bisa bejalan. Bagaimana bisa berjalan jika dana organisasi nol. Soal keuntungan atau benefit, sebenarnya sudah bisa dirasakan temans semua, karena sadar atau tidak, pengurus dengan kerendahan hati, semangat tinggi, dedikasi, mengolah pikiran agar berupaya kita tetap satu. YPK menjadi organisasi yang solid, kompak, gak terkotak-kotak, sebagai ajang silaturahmi. So, pengertian serta dukungan temans sangat diperlukan.

Anto menyarankan, teknis penagihan jangan intimidatif. Perlu pendekatan persuasif agar YPK gak terkesan sebagai organisasi tempat bernaung para Debt Collector. Mereka yang sudah mengerti arti iuran tahunan, diapproach kembali. Mereka yang sudah diingatkan tapi belum juga sadar akan kewajiban membayar iuran tahunan, gak perlu dibetein. Biarlah Tuhan yang akan membalas dosa-dosanya.
“Selain teknis penagihan yang sudah dilakukan, kita juga bisa memakai cara sumbangan sukarela setiap event yang digelar,” papar Anto. Maksudnya, jika kita melakukan kegiatan, ada “kotak” yang akan diisi oleh para anggota. Mo uang yang disumbang cuma seribu, dua ribu, tapi kalo iklhas semua akan tercatat sebagai sumbangan. Begitu pula setiap makan, ada dana yang biasa diberikan buat tips, bisa diberikan ke Ade sebagai sumbangan. Intinya, semua cara yang positif bisa dilakukan.

Jam sudah menunjukan pukul tiga lewat tigapuluh menit. Beberapa orang sudah silih berganti menempati meja makan di depan kami. Mungkin Waitress juga bosan dengan tampang-tampang teman kita, yang sudah berjam-jam, belum juga cabut. Dugaan kita soal kebetean Waitress bisa jadi salah, karena sang Waitress gak keberatan memfoto kami semua. Dan kami pun sibuk pasang aksi, membetulkan rambut yang sudah acak-acakan dan posisi duduk agar gak terhalang temans lain. Cheers!

Friday, December 7, 2007

Trio 6 Desember

Sekitar 13 tahun yang lalu, akhir bulan November tahun 1994, di rumah Dessy di kawasan Pulo Asem berkumpul. Malam itu selain ada Dessy juga ada Bob, Acink, Mahyuzar, Thaya, dan Upik. Yang lainnya gue lupa siapa aja, tapi kalo ngga salah segitu itu yang hadir. Selain kita becanda nongkrong, malam itu gue ke rumah Dessy buat bikin surat lamaran kerja dan CV serta port folio gue buat ngelamar kerja. Soalnya waktu itu gue ngga' punya komputer. Untungnya ada Dessy yang berbaik hati. Terus Upik bantuin gue bikin pake bahasa Inggris yang benar.

Surat lamaran gue ampuh, langsung wawancara terus diterima kerja. Nah, sampe sekarang itu gue masih inget, gue masuk kerja pertama kali itu tanggal 5 Desember 1994. Besoknya di tanggal 6, sepulang kerja gue dateng lagi ke rumah Dessy. Malam itu ada orang-orang yang sama dengan yang gue tulis di atas, terus ada tambahan dua orang lagi Mirzaldi dan Yassin, angkatan 87. Nah, di rumah Dessy itu kita merayakan ulang tahun Dessy dan Thaya bersamaan.

Kalau sama Thaya, gue banyak main bareng selain waktu SMA, justru ketika kuliah di Bandung, waktu itu Thaya juga kuliah di Bandung. Rumah kosnya di jalan Cimanuk 12 juga sering dijadiin markas tempat ngumpul kita anak-anak Labs 88 yang ada di Bandung, atau juga kalo temen2 Labs 88 yang dateng ke Bandung, pasti nongkrongnya kalo ngga' di rumah kos gue yang sempiiit itu, atau kalo mau yang lebih lega, ya di rumahnya Thaya.

Tanggal 6 Desember kemarin, tiga orang sahabat kita merayakan ulang tahunnya yang ke 37. Selamat ulang tahun untuk Dessy Ossianawati, Yudo Pratomo dan Natalia Simanjuntak! Kebetulan kemarin gue sempet telponan sama Thaya, SMS-an sama Dessy, tapi kalo sama Yudo ngga' sempet, selain karena ga punya nomor telepon atau emailnya, juga mungkin karena Yudo sulit ditemukan karena kegelapan kulitnya...hehehe (Masih item ga dia ya?, jangan-jangan udah jadi putih pake kosmetik Tje Fuk.....)

Ketiga sahabat kita ini gue kenal sejak tahun 1975, sejak masih di kelas TK 0 kecil. 32 tahun yang laluuu! dan bukan kebetulan pula selama tiga puluh dua tahun itu kita sering main. Mungkin selama itu pulalah setiap tanggal 6 Desember kita menyampaikan salam selamat buat ketiganya. Tahun ini pun kita mengucapkan hal yang sama, selamat hari jadi untuk Dessy, Thaya dan Yudo. Selamat berbahagia, semoga panjang umur. Semoga Allah selalu memberikan kesehatan, kesejahteraan dan kebahagiaan selalu.....

PS: Khusus buat Thaya (sekaligus sang pacarnya Mr.T) buruuuuan......nunggu apa lagi siiih...

Sunday, December 2, 2007

Andus dan perjalanan hajinya....

Minggu yang cerah teman-teman semuaaaaaaa....

Tanpa terasa, sekarang sudah bulan desember, sudah tanggal dua.
Blog ini pun hampir satu tahun umurnya...! Gile benerr....ngga' kerasa, waktu memang bukan tandingan kita. Dia cepat melaju, jauh meninggalkan kita yang terbiasa (dari SMA....) sudah santayyy dan berlambat-lambat riaaa....

Kabar terbaru dari teman-teman kita adalah....
Tadi gue barusan bertukar email dengan sahabat kita Satya Heragandhi alias Andus yang waktu SMA dulu sempet kita juluki "Kembar Edison", dengan adiknya si Caca...hehehe.......Kalo temen-temen semua lupa, Kembar Edison sendiri adalah nama serial TV jaman TVRI dulu...hehehe...yang tokoh ceritanya dua orang kakak-beradik, ya kayak Andus dan Caca ini.

Kabar terbaru dari temen kita yang hobby fotografi ini adalah sebuah kabar bahagia. Alhamdulillah sejak tanggal 26 November kemarin Andus sudah berangkat menuju tanah suci. Saat ini Andus sedang berada di Madinah, minggu depan akan tawaf serta melaksanakan semua ritual ibadah haji lengkap lainnya. Gue juga secara pribadi sempat mengucapkan selamat buat Andus, selamat menjalankan ibadah haji, juga gue minta doain biar ikut ketularan bisa dapat rejeki naik haji juga.



Buat teman-teman semuanya, mari kita doakan agar Andus bisa sehat dan selamat menjalankan ibadah hajinya, serta kembali menjadi haji yang mabrur. Kalao buat kita-kita yang masih belum bisa naik haji, jangan lupa...bentar lagi potong kambing...hehehe...

Oke deh temans, selamat menikmati hari minggu yang cerah ini yaaaaa.......


Friday, November 23, 2007

Berita duka 2

Tadi siang, gue sempet email-emailan sama temen kita Junetin Handayani yang sekarang tinggal di Paris bersama suaminya. Gue sempet menyampaikan ucapan berduka cita karena ternyata beberapa waktu yang lalu ibunda dari Junetin wafat. Memang saat itu tidak ada kabar dan beritanya. Gue pun tahunya secara kebetulan saat semalam iseng-iseng browsing di friendster dan facebooknya anak-anak Labs88, trus baca berita tersebut.

Mari kita doakan agar arwah ibunda dari Junetin diberi tempat yang sebaik-baiknya disisi Allah SWT, dan tak lupa ucapan berduka cita kita sampaikan buat rekan kita agar selalu tabah dan sabar menghadapi semua ini.

Wednesday, November 21, 2007

Berita duka

Selamat siang teman-teman 88,

Barusan saja Arief Anwar memberi tahu gue tentang sebuah kabar duka yang datang pagi tadi.
Telah wafat, ibunda tercinta dari rekan kita Enung Rahmawati. Belum ada kabar terbaru tentang berita pemakaman, dimana dan kapannya. Tapi yang jelas, mari kita berdoa agar arwah almarhumah diterima oleh Allah SWT, dilapangkan jalannya, serta diberikan tempat yang layak sesuai dengan amal ibadahnya. Buat Enung dan keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kekuatan, ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi semua ini.

Tuesday, November 6, 2007

Pangeran dari Kaplongan


Dady, Handry, Ipul dan Ito

Tanggal 5 kemaren salah seorang sahabat kita bermarga Simanjuntak yang dulunya tinggal di Kaplongan Pulo Asem yang berkakak bernama Muslim dan Lela, siapa lagi kalau bukan Ipul alias Syaifullah Ramadhan Simanjuntak, berulang tahun yang ke 37! Kalau lihat perawakannya sekarang sih ngga' jauh beda dengan jaman dulu...masih serupa....serupa gemuknya...hehehe...

Ipul terkenal dengan seorang yang giat belajar, penganut dan penggemar ilmu-ilmu ekonomi sehingga sampai sekarangpun pekerjaannya masih berkutat dibidang itu, kalau ngga' salah sih Ipul sekarang salah satu top eksekutif perusahaan asuransi miliknya sendiri, bukan begitu bung Ipul? Makanya kayaknya cita-cita kita dulu waktu masih sekolah untuk kerja di perusahaannya Ipul kayaknya bisa jadi kenyataan nih...hehehe....

Dari TK sampai SMA, Ipul habiskan di sekolah kita tercinta Lab School. Waktu SMA, Ipul kita daulat menjadi ketua I OSIS, membawahi seluruh jajaran SMA. Seru juga sih jaman-jaman itu...hehehe...Belum lagi kalau kita ingat kilas balik kebelakang, Ipul termasuk salah satu peserta drama romantis Satoe Mawar Toedjeo Doeri yang termashyur itu......


Ipul dan Handry, saat kampanye OSIS, keciaaaaannn dehh...yang dengerin pidatonya anak2 SD...hahaha

Lulus SMA, Ipul pun masuk fakultas ekonomi Universitas Pancasila. Setelah itu nampaknya Ipul masih kepengen sekolah, maka dia langsung lanjut ke FE UI. Kelar dari situpun nampaknya Ipul masih haus akan ilmu (beda banget sama ketua YPK kita....), kali ini Ipul terbang ke Glasgow Caledonian University di Glasgow Skotlandia....tentunya untuk belajar (kalau gue yang ke Glasgow udah pasti nonton pertandingan derby Glasgow Rangers v Glasgow Celtics aja lah.....)

Saat ini pun, saat Ipul sudah hidup bahagia dengan karir serta keluarganya, dengan seorang istri yang cantik dan dua anak yang lucu-lucu, Ipul katanya masih mau sekolah lagi. Denger-denger sih dia sekarang mau sekolah sulap....biar nanti dihari tuanya Ipul bisa menghibur tamu-tamu yang sedang makan di Lapo Tuak atau mungkin mau jadi legenda sulap terkenal seperti seperti Mr Robin dan Pak Tepong......

Okelah temans, ini posting gue lagi sejak sebulan absen...sorry. Yang jelas mari kita ucapkan selamat ulang tahun kepada sahabat kita Syaifullah Ramadhan Simanjuntak. Semoga Allah selalu mengaruniai kesehatan, keselamatan, kebahagiaan buat Ipul dan keluarga....

Monday, November 5, 2007

Halal Bi Halal YPK 2007.....

Mendung menyelimuti sebagian besar Jakarta. Bahkan beberapa sudut kota metropolitan ini sudah terguyur hujan. Jalanan maupun aspal yang sebelumnya kering, basah tersiram air hujan. Persis kayak salah satu album Bon Jovi: Slippery When Wet. Buat sebagian daerah, hujan kecil tapi terus menerus, bisa berakibat banjir. Ya, begitulah Jakarta, kota idaman seluruh orang. Mulai dari kaum pengusaha, eksekutif muda, termasuk kaum marjinal (baca: pembokat), tumplek blek di kota ini.

Hujan tetaplah hujan. Tapi hujan bukan berarti sebuah halangan. Boleh jadi, pepatah lawas benar. Begini bunyinya, “hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri”. Eh, kayaknya bukan itu deh pepatahnya, tapi mungkin yang tepat ini: “Anjing menggonggong kafilah berlalu”. Artinya, hujan gak menghalangi teman-teman YPK buat ngumpul. Tepat di hari Sabtu, 3 November 2007 jam tujuh lalu, berlangsung acara Halal bi Halal di rumah teman kita Rimbi di kompleks IKIP, Jakarta, Rawamangun.

Sebenarnya, gak sulit menjangkau rumah yang dulu milik mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) zaman Orde Baru: Fuad Hasan ini. Namun bagi yang belum pernah datang, kondisi cuaca yang gelap gulita, hujan pula, plus lampu yang menuju ke jalan rumah tersebut agak menerawang, ya bisa dipastikan banyak yang salah masuk. Untunglah ada petunjuk via SMS: rumah depan lapangan golf dan “embel-embel” rumah eks Fuad Hasan.

Menurut undangan, acara berlangsung jam lima sore. Namun beberapa teman ada yang datang setelah magrib. Bisa dimaklumi, mungkin jam lima nanggung buat magriban dulu (maksudnya sholat, bo!). Selebihnya, ada yang datang setelah acara makan malam berlangsung. Anyway, biar telat, yang penting mereka tetap bisa hadir. Mereka yang hadir malam itu (tidak menurut abjad) Emma, Arti, Susi, Ipank “Sang Ketua YPK”, Afiah, Rizki, Novi “Ucok”, Nana, Umi, Taya, Tommy “Acing”, Dini, Dina, Oncel, Ery, Tele, Trige, Ade Riana, Kiki “Ndut”, Anto “Prodjo”, Arief, Meta, Faisal, Jambrut, Mahyuzar, Nana Fitriana, dan tentu saja sang tuan rumah Rimbi. O iya, sebelum lupa, kita kudu ngucapin thanks banget buat Rimbi yang sudah mengizinkan open house di rumahnya.

Sejak gue berada di luar rumah, sudah terdengar suara-suara gaduh, suara perempuan. Dan benar, ada sekelompok perempuan-perempuan YPK yang sudah mengerubung di depan layar televisi (bukan Gerwani, lho). Ada Novi, Afiah, Susi, Arti, Dini, Emma, dan beberapa temen lain. Mereka ngerumpiin video reuni YPK yang belum sempat mereka tonton.

“Ih, kok kepalanya jadi botak gitu ya,” komentar teman kita A. “Padahal dulu kan dia gondrong kayak vokalis Nidjie”.

“Lho, kenapa si anu badannya jadi melar gitu? Kebanyakan makan permen karet kali ya?” komentar teman kita B.

“Ih, lihat deh, si anu. Cantik banget ya dia sekarang? Pasti dia cantik gara-gara sering ke bengkel, deh,” ujar temen kita C.


Aneka komentar dan analisa menyatu, begitu melihat tampang-tampang teman kita di layar televisi. Komentar-komentar tadi baru sebagian kecil aja. Yang pasti, malam itu seru banget. Keseruan mereka mengalahkan suara gluduk, angin topan, serta letusan gunung Krakatau. Itulah yang membuat gue heran. Lho masih juga heran?

Yap! Gue heran, suara mereka gede banget ya? Menebus tembok! Padahal jarak antara teras depan rumah ke ruang keluarga rumah Rimbi, lumayan jauh, bo! Kira-kira lima meter gitu deh. Untuk menuju ruang keluarga itu pun harus melewati beberapa tembok, karena ada beberapa ruang. Yang pertama, ruang tamu. Sebelum ruang tamu, ada ruang kecil, dimana terdapat dua tempat duduk. Nah, bisa maklumin dong kenapa gue terheran-heran dengan suara para perempu YPK itu?

Agenda Halal bi Halal pertama, biasalah sambitan...eh salah ding, sambutan sang Ketua YPK Ipank. Lho, Ipank itu Ketua YPK ya? Gue baru tahu...hihihi. Dalam sambutannya, Ipank coba mem-flash back kegiatan yang sudah dilakukan oleh YPK, mulai dari bakti sosial yang berlangsung di Sekolah Darurat Kartini di kolong jembatan Ancol, sampai aktivitas main futsal di Kemang. Flash back ini dimaksudkan buat info teman-teman YPK, yang kebetulan baru pertama kali hadir di acara kumpul-kumpul YPK. Selain ngasih info itu, Ketua “Sejuta Umat” ini juga ngejabarain aktivitas yang bakal dilakukan YPK dalam waktu dekat ini, yaitu donor darah, yang Insya Allah berlangsung pada bulan Desember.


Kelar sambutan Ipank, acara makan malam pun dibuka. Perlu diketahui, acara Halal bi Halal ini gak dipungut biaya alias gretong, bo! Nah, seluruh makanan yang disajikan di meja makan malam itu, merupakan hasil bawaan teman-teman kita.

Awalnya Ade Riana ngirim SMS ke seluruh seluler teman-teman YPK, bahwa Halal bi Halal gak ditarik dana sebagaimana buka puasa. Sistem yang dianut adalah potluck. Artinya, mereka yang datang bawa makanan sendiri, yang tentu saja gak cuma buat diri sendiri, tapi buat orang lain juga, at least buat sepuluh orang lah. Itu pun gak diwajibkan setiap yang datang, kudu bawa makanan.

“Apa aja boleh kok. Pokoknya kedatangan teman-teman yang terpenting,” begitu isi SMS Ade.

Namun hasilnya, di luar dugaan. Banyak sumbangan yang dibawa teman-teman. Ada yang bawa sate, ayam kecap, bakwan kuah, kerupuk, mie goreng, martabak, cap cay, makroni skrutel, sup, asinan, soto betawi, dan daging balado. Buat desert-nya ada buah melon, semangka, soft drink, puding, dan es krim. Wow! Luar biasa, bukan?


Pujian “luar biasa” tentu gak berlebihan. Sebab, dengan penuh kesadaran, teman-teman rela “nyumbang” makanan. Bahkan mereka yang kebetulan gak bisa habir, tetap ngirim makanan, seperti Handry Satri-“agogo” dan Salsa. Thx yang friends. Tiada kesan tanpa kehadiran makanan elo. O iya, ada pula teman yang gak sempat kirim makanan, tapi tetap kirim-kiriman. Ada yang kirim salam maupun kirim wesel. Yang pasti, apapun bentuk kiriman teman-teman, panitia YPK tetap menerima dengan iklas dan lapang dada.

Selain salut soal partisipasi teman-teman dalam hal membawa makanan, gue tentu salut dengan kekompakan YPK sampai dengan halal bi halal ini. Bayangkan aja, sejak di-“launch” per Januari 2007 pas reuni, aktivitas YPK gak pernah berhenti. Mulai dari jogging jumatan, baksos, buka puasa, main futsal, halal bi halal ini, dan yang mendatang donor darah. Padahal gue tahu, teman-teman sibuk. Moga-moga kekompakan ini gak akan pernah surut (baca: anget-anget tahi ayam). Amin! Ini tentu berkat kepemimpinan Ipank yang kharismatik dan tentu saja partisipasi teman-teman yang luar biasa. Good boy!

Balik lagi ke topik makanan. Cuaca memang mendukung buat kita mengisi perut berkali-kali. Gak cukup babak satu. Tapi banyak teman-teman yang makan sampai babak perempat final alias makan berkali-kali. Ternyata teori Albert Einstain benar soal grafitasi. Jika perut keroncongan dan cuaca mendukung, akan menimbulkan daya tarik makanan buat dilahap. Teori mbah Jambrong juga tepat. Apabila ada makanan di atas meja dan kita masih lapar, gak bagus kalo dibiarkan begitu saja, wajib buat disantap.

Mahyuzar adalah salah satu penganut mbah Jambrong. Pria hitam legam plus dekil ini gak kuasa membiarkan makanan bertumpuk tanpa alasan yang jelas. Ia berkali-kali bolak balik dari tempat duduknya menuju ke meja makan. Jadi, dengan melihat kebiasaannya seperti itu, gak heran dong kalo pria lajang nan ganteng ceria ini, punya badan kekar.

“Apa kabar, Mah?” gue coba basa-basi.

“Hmmm..”

“Sekarang sibuk apa, Mah?” gue basa-basi part 2.

“Hmm..hmmmm.”

“Loe sakit gigi ya, Mah?” basa-basi part 3.

“Hmm...hmmmm...hmmmm.”

“Lebih baik sakit gigi atau sakit hati, Mah?”

“Hmm....hmmmm...hmmmm...hmmmm.”

Begitulah percakapan gue dengan Mahyuzar yang gak produktif. Tiap ditanya, jawabannya selalu “Hmmm...”. Tapi bisa dimaklumi, namanya juga lagi enjoy sama makanan. Dunia seolah hanya dia dan makanan. Yang lain...

Beda Mahyuzar, beda lagi dengan Pepi. Pria yang juga masih menganut faham lajang ini lebih suka makan dua ronde saja. Ronde pertama, makan dengan lauk sop ayam. Ronde kedua, makan dengan sate ayam. Kelihatannya dikit, tapi porsi nasinya mirip porsi kuli yang berhari-hari gak makan. Walhasil, nafasnya jadi ngos-ngosan, gara-gara kebanyakan makan. Bengeknya pun kemudian kambuh. Untunglah ada pipa oksigen anti bengek alias respirator. Kalo gak...

Teman kita yang menjadi sorotan malam itu adalah Emma. Betapa tidak, prestasi wanita single berambut panjang ini dalam menghibur teman-teman kita, bukan main luar biasa. Ibarat pelawak sejati, Emma membuat perut kita “sakit”. Celotehan-celotehan karyawan Bank UOB Buana ini, selalu saja lucu. Entah lucu atau garing dah gak jelas batasannya. Pokoknya setiap kata atau kalimat yang keluar dari mulutnya, kita bisa ketawa. Orang seperti Emma ini memang layak dilestarikan di jagat YPK ini. Gak salah kalo Nana Fitriana, yang kebetulan kerja di WWF, mencatatkan Emma sebagai endangerous species alias mahkluk yang kudu dijaga jangan sampai punah..hehehe becanda!

“Enak aje loe ye nyumpahin gue mau mati?!” kata Emma agak sewot, begitu salah seorang teman kita, nyuruh Emma minta maaf sebelum meninggal. Jokes soal “meninggal” ini bergulir gara-gara Emma punya beberapa penyakit. Nah, bener dong kalo salah satu teman kita itu nyeletuk: “Wah, lebih baik elo minta maaf deh sekarang...”

Selesai makan, masing-masing berbaur. Sebagian masih terus icip-icip menu lain, karena di meja masih banyak yang tersedia. Sementara Ade Riana memanfaatkan momentum berharga ini (baca: keadaan rileks) dengan mengingatkan soal iuran YPK. Teriakkan Ade meninggatkan kita pada seorang Kondektur Metromini yang sedang nagih ongkos pada penumpang...hihihi.

“Ayo! Ayo yang belum bayar iuran,” pacing Ade Riana.

Di tempat terpisah, Ery dan Oncel kelihatan ngobrol serius. Gak tahu ada angin atau geloduk apa, dua orang ini begitu kompak. Mungkin gara-gara Oncel ceking dan Erry punya perut aduhai. Oncel konsultasi soal perut dan Erry konsultasi soal penyakit asma. Klop, kan?! Ah, enggak kok. Mereka berdua punya ide, ingin “memberdayakan” teman-teman agar YPK sebagai komunitas alumni yang produktif. Maksudnya, teman-teman yang ada di YPK ini kan punya potensi, punya skill. Nah, sayang dong kalo dari sekumpulan potensi YPK ini gak diolah, diberdayakan. Istilah Oncel: REENGENERING!

“Kalo kita bisa kaya bersama, kenapa nggak?” kata Erry.

Ya, namanya juga ide, tentu hal tersebut menjadi masukan yang bagus buat YPK. Apalagi ide Erry dan Oncel ini luar biasa. Artinya, gak egois, tapi mereka bicara terbuka dan keuntungan ide itu akhirnya buat teman-teman bersama juga.

Sebagai Ketua, Ipank menyambut baik ide itu. Namun, ide tersebut harus dibicarakan lebih dalam lagi, tentunya dengan tim kecil. Sebab, dasar pembentukan YPK sebenarnya adalah ajang untuk silaturahmi dan sosial. Silaturahmi di sini tentu bukan sekedar hahahihi, tapi maknanya bisa luas. Silahturahmi bisa berarti membangun jaringan person to person, bisa pula saling berbagi, bisa pula (mungkin) ajang jodoh bagi yang masih single.


Sebenarnya ide reengenering ini sudah sempat dibicarakan oleh Ipank dengan Ijam, Anto, dan Pepi, jauh sebelum acara halal bi halal ini. Waktu itu, idenya membuat sebuah seminar mengenai dunia film, dimana Riri menjadi pembicaranya. Namun, sayang akibat beberapa anggota YPK terlalu sibuk dan belum ada project officer yang meng-handle, ide itu tertunda.

Kita tentu tahu, setiap organisasi butuh uang kas, seperti YPK ini. Inti dari ide yang sempat dibicarakan Ipank, Ijam, Anto, dan Pepi yang selanjutnya menjadi ide Erry dan Oncel adalah memberikan sumbangan buat kas YPK. Jadi, kalo ada uang kas, setiap melakukan kegiatan, panitia jadi gak minta-minta uang ke teman-teman. Enak kan?

Tepat jam 20.30, Ipank ngumpulin teman-teman lagi. Isu yang dibahas soal reengenering itu tadi. Dalam membahas isu ini, Ipank dibantu oleh Oncel dan Erry. Pas Oncel ngejelasin, suasana di floor khusyuk, kecuali mereka yang berada di ruang lain. Ipank gak ingin suasana halal bi halal yang sebelumnya semarak, jadi berubah serius. Gak heran, isu reengenering ini cuma sekedar diketahui teman-teman. Sisanya, nanti akan ada tim kecil yang akan membahas bagaimana sebaiknya reengenering ini diaplikasikan di YPK.


“Moga-moga dalam waktu dekat, akan ada miting yang membahas masalah reengenering ini,” ucap Ipank.

Selesai berkumpul, satu per satu teman pamit. Namun sebelumnya mereka mendapat jatah sekantong plastik berisi makanan. Biasa, ibu-ibu. Gak boleh lihat makanan sisa, langsung dibungkus. Yang selalu punya inisiatif ini Dina Subingar dan juga Ade Riana.

“Ayo mana plastiknya?”

“Elo bawa sup ya? Makaroni sekrutelnya juga ya?”

Sementara ibu-ibu pada ngebungkusin makanan, Ipank, Meta, dan Arti serius membicarakan proyek YPK selanjutnya, yaitu donor darah. Insya Allah, donor darah akan berlangsung pada tanggal 1 atau 8 Desember 2007. Mengenai tempat, kita masih mengusahakan di arena sekolah Labs School. Kenapa mengusahakan? Ya, karena masih ada beberapa hal yang kudu dibicarakan lagi dengan pihak sekolah (baca: izin).

Sebagai kordinator proyek donor darah, Meta berharap tanggal dan tempatnya gak berubah. Kita kudu dukung 100% usaha Meta buat nge-goal-in proyek sosial ini. Kita sih berharap, sebagaimana Meta, bahwa tanggal dan tempat gak berubah. Namun, kalo nantinya ada teman-teman yang punya ide buat alternatif tempat, ya monggo, lho.

Jam sudah menunjukan angka 10. Hujan sudah berhenti beberapa saat lalu. Namun udara masih sejuk, buat ukuran Jakarta yang malam pun tetap panas. Dari hujan, menyisakan embun yang menempel di kaca mobil. Satu per satu teman-teman YPK pamit. Dan pada kesempatan ini, gue juga ikutan pamit dan mewakili anggota YPK say thanks again to Rimbi atas tempatnya. Wassalam! (*)